Drugsnews| Surabaya, Di Indonesia sangat krusial sebagai instrumen pencegahan, penyebaran informasi bahaya penyalahgunaan zat terlarang, serta pembentuk kesadaran publik.
Di era digital, pemanfaatan berbagai platform media—baik konvensional maupun digital—menjadi strategi utama yang dioptimalkan oleh lembaga seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Organisasi Masyarakat, Komponen masyarakat.
Berikut adalah rincian peran utama media dalam edukasi narkoba di Indonesia :
- Penyebaran informasi cepat: Mempercepat diseminasi pesan pencegahan bahaya narkoba secara luas dan masif ke berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
- Pemanfaatan media sosial: Menggunakan platform interaktif seperti TikTok, Instagram, dan Facebook oleh BNN, instansi daerah serta Ormas untuk menyajikan konten edukasi yang kreatif, relevan, dan mudah dipahami remaja.
- Penggunaan media audio-visual: Memakai sarana video KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) serta film sebagai alat agitasi efektif yang mampu membangun ketahanan emosional dan mental generasi muda agar menolak narkoba.
- Mendorong pemulihan sosial: Mengubah stigma negatif masyarakat dan mendorong pemulihan mantan pecandu agar mereka dapat diterima kembali di lingkungan sosial.
- Edukasi aspek hukum: Meningkatkan pemahaman publik mengenai konsekuensi dan jerat hukum berat akibat penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. ( yyk.S)

Komentar
Posting Komentar